Rabu, 07 Desember 2011

poliester


POLIESTER
   Poliester adalah suatu kategori polimer yang mengandung gugus fungsional ester dalam rantai utamanya. Meski terdapat banyak sekali poliester, istilah "poliester" merupakan sebagai sebuah bahan yang spesifik lebih sering merujuk pada polietilena tereftalat (PET). Poliester termasuk zat kimia yang alami, seperti yang kutin dari kulit ari tumbuhan, maupun zat kimia sintetis seperti polikarbonat dan polibutirat.
Dapat diproduksi dalam berbagai bentuk seperti lembaran dan bentuk 3 dimensi, poliester sebagai termoplastik bisa berubah bentuk sehabis dipanaskan. Walau mudah terbakar di suhu tinggi, poliester cenderung berkerut menjauhi api dan memadamkan diri sendiri saat terjadi pembakaran. Serat poliester mempunyai kekuatan yang tinggi dan E-modulus serta penyerapan air yang rendah dan pengerutan yang minimal bila dibandingkan dengan serat industri yang lain.
Kain poliester tertenun digunakan dalam pakaian konsumen dan perlengkapan rumah seperti seprei ranjang, penutup tempat tidur, tirai dan korden. Poliester industri digunakan dalam pengutan ban, tali, kain buat sabuk mesin pengantar (konveyor), sabuk pengaman, kain berlapis dan penguatan plastik dengan tingkat penyerapan energi yang tinggi. Fiber fill dari poliester digunakan pula untuk mengisi bantal dan selimut penghangat.
Kain dari poliester disebut-sebut terasa “tak alami” bila dibandingkan dengan kain tenunan yang sama dari serat alami (misalnya kapas dalam penggunaan tekstil). Namun kain poliester memiliki beberapa kelebihan seperti peningkatan ketahanan dari pengerutan. Akibatnya, serat poliester kadang-kadang dipintal bersama-sama dengan serat alami untuk menghasilkan baju dengan sifat-sifat gabungan.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/9/92/Polyester_Shirt%2C_close-up.jpg/220px-Polyester_Shirt%2C_close-up.jpg
http://bits.wikimedia.org/skins-1.18/common/images/magnify-clip.png
Foto baju dari poliester yang diambil dari dekat
Poliester juga digunakan untuk membuat botol, film, tarpaulin, kano, tampilan kristal cair, hologram, penyaring, saput (film) dielektrik untuk kondensator, penyekat saput buat kabel dan pita penyekat.
Poliester kristalin cair merupakan salah satu polimer kristalin cair yang digunakan industri yang pertama dan digunakan karena sifat mekanis dan ketahanan terhadap panasnya. Kelebihan itu penting dalam penggunaannya sebagai segel mampu kikis dalam mesin jet.
Poliester keraspanas (thermosetting) digunakan sebagai bahan pengecoran, dan resin poliester chemosetting digunakan sebagai resin pelapis kaca serat dan dempul badan mobil yang non logam. Poliester tak jenuh yang diperkuat kaca serat banyak digunakan dalam bagian badan dari kapal pesiar serta mobil.
Poliester digunakan pula secara luas sebagai penghalus (finish) pada produk kayu berkualitas tinggi seperti gitar, piano, dan bagian dalam kendaraan / perahu pesiar. Perusahaan Burns London, Rolls-Royce, dan Sunseeker merupakan segelinter perusahaan yang memakai poliester untuk memperhalus produk-produk mereka. Sifat-sifat tiksotropi dari poliester yang bisa dipakai sebagai semprotan membuatnya ideal untuk digunakan pada kayu gelondongan bijian-terbuka, sebab mampu mengisi biji kayu dengan cepat, dengan ketebalan saput yang terbentuk dengan kuat per lapisan. Poliester yang diawetkan bisa diampelas dan dipoleskan ke produk akhir.
Sifat-sifat serat poliester
Sifat mekanis
Penyerapan energi plastik yang diperkuat dengan serat kimia (uji benturan, pelentukan, dan tarik) Investigasi atas persyaratan praktis untuk mengukur penyerapan energi dari bahan-bahan gabungan (komposit), dan pengembangan metode yang cocok untuk melaksanakan pengukuran tersebut. Sejumlah metode uji dinamis untuk mengukur penyerapan energi dari berbagai lapisan, termasuk uji benturan pelentukan, uji benturan berulang-ulang, uji benturan tarikan, dan uji tumbukan pembengkokan. Didiskusikan pula ujian benturan pada lempengan berlapis. Penekanan khusus ditempatkan pada studi pada berbagai komposit yang diperkuat dengan sebuah serat kimia. Tak dapat dipungkiri bahwa ada hubungan antara penyerapan energi statis yang semu dari berbagai serat dan penyerapan energi dinamisnya komposit. Komposit berpoliester komersial dan serat poliamida memiliki penyerapan energi yang tertinggi, dimana piranti pengujian memiliki efek yang signifikan.
Sifat kimiawi
Poliester tidak diketahui memiliki sifat kimiawi.
Industri poliester
Dasar-Dasar
Poliester merupakan salah satu polimer sintetis yang terbuat Purified Terephtalic Acid (PTA) atau dimetil ester dimethyl terephthalate (DMT) dan Mono Etilena Glikol (MEG). Dengan pangsa pasar sebesar 18% dari semua bahan plastik yang diproduksi, poliester berada di urutan ketiga setelah polietilena (33.5%) dan polipropilena (19,5%).


Bahan-bahan mentah utamanya adalah sebagai berikut:

  • Purified Terephthalic Acid – PTA – CAS-No.: 100-21-0
Sinonim: 1,4 Dibenzenedicarboxylic acid,
Sum formula; C6H4(COOH)2 , berat mol: 166,13
  • Dimethylterephthalate – DMT- CAS-No: 120-61-6
Sinonim: 1,4 Dibenzenedicarboxylic acid dimethyl ester
Sum formula C6H4(COOCH3)2 , berat mol: 194,19
  • Mono Etilena Glikol – MEG – CAS No.: 107-21-1
Sinonim: 1,2 Ethanediol
Sum formula: C2H6O2 , berat mol: 62,07
Lebih banyak informasi mengenai berbagai bahan mentah poliester bisa ditemukan untuk PTA [1],DMT [2] dan MEG [3], di laman web INCHEM "Chemical Safety Information from Intergovernmental Organizations".
Dibutuhkan katalis untuk menghasilkan sebuah polimer dengan berat molekul yang tinggi. Katalis yang paling umum dipakai adalah antimon trioksida (atau antimon tri asetat):
Antimon trioksida – ATO – CAS-No.: 1309-64-4 Sinonim: tak ada, berat mol: 291,51 Sum formula: Sb2O3
Pada 2008, sekitar 10 000 t Sb2O3 digunakan untuk memproduksi sekitar 49 Mio t polietilena tereftalat.
Poliester dideskripsikan sebagai berikut:
Polyetilena Tereftalat CAS-No.: 25038-59-9 Sinonim / singkatan: poliester, PET, PES Sum Formula: H-[C10H8O4]-n=60-120 OH, berat unit mol: 192,17
Ada beberapa alasan pentingnya PTA:
  • Relatif mudah diaksesnya berbagai bahan mentah PTA atau DMT dan MEG
  • Proses kimianya sintesis poliester yang mudah dijelaskan dan sangat mudah dipahami
  • Rendahnya tingkat toksisitas semua bahan mentah serta produk sampingan selama produksi dan pengolahan
  • PET bisa diproduksi dalam sebuah simpal (gelung) tertutup pada emisi yang rendah ke lingkungan
  • Bisa didaur ulang
  • Banyaknya varian produk antara dan final yang terbuat dari poliester
Dalam tabel 1: produksi poliester sedunia untuk poliester tekstil, resin poliester botol, poliester saput (film) yang terutama sekali untuk pengepakan dan poliester khusus buat plastik mesin. Berdasarkan tabel ini, produksi poliester dunia melebihi 50 juta ton tiap tahun sebelum tahun 2010.
Tabel 1: Produksi poliester dunia

Pangsa pasar per tahun
Jenis Produk
2002 [Mio t/a]
2008 [Mio t/a]
Tekstil -PET
20
39
Resin, Botol/A-PET
9
16
Film-PET
1.2
1.5
Poliester Spesial
1
2.5
TOTAL
31.2
49
Produsen bahan mentah
Kebanyakan bahan mentah PTA, DMT, dan MEG diproduksi perusahaan kimia besar yang kadang-kadang diintegrasikan ke penyulingan minyak mentah dimana p-xilena merupakan bahan dasar untuk menghasilkan PTA dan elpiji merupakan bahan dasar memproduksi MEG.
BP, Reliance, Sinopec, SK-Chemicals, Mitsui, dan Eastman Chemicals merupakan contoh dari sekian banyak produsen PTA. Produksi MEG ada dalam genggaman sekitar 10 pemain global yang dipimpin oleh MEGlobal a JV of DOW dan PIC Kuweit diikuti oleh Sabic.
Berikut ini adalah nama-nama produsen poliester terbesar:
Artenius, Advansa, DAK, DuPont, Eastman/Voridian, Hyosung, Huvis, Indorama, Invista, Jiangsu Hengli Chemical Fiber, Jiangsu Sanfangxian Industry, M&G Group, Mitsui, Mitsubishi, NanYa Plastics, Reichhold, Reliance, Rongsheng, Sabic, Teijin, Toray, Trevira, Tuntex, Wellman, Yizheng Sinopec, Zhejiang Hengi Polymerization.
Di China terdapat lebih dari 500 pabrik poliester, tak heran bila setengah produksi poliester dunia berasal dari negara tirai bambu itu. Informasi lebih lanjut mengenai poliester di China bisa ditemukan di situs China Chemical Fiber Economic Information Network [4].
Pengolahan poliester
Sesudah tahap pertama produksi polimer dalam fase leleh, arus produk terbagi menjadi dua bidang aplikasi yang berbeda yakni aplikasi tekstil dan aplikasi pengepakan. Dalam tabel 2, terdapat daftar berbagai penerapan (aplikasi) utama poliester pengepakan dan tekstil.
Tabel 2: Daftar penerapan poliester pengepakan dan tekstil
POLIMER BERBASIS-POLIESTER (LELEH atau BUTIRAN)
Pengepakan
Serat stapel (PSF)
Botol untuk CSD, Air, Bir, Jus, Deterjen
Filamen POY, DTY, FDY
A-PET Film
Benang teknis dan kawat ban
Thermoforming
Tak tertenun dan spunbond
BO-PET
Mono-filamen
Pembalutan
Singkatan: PSF = Polyester Staple Fiber (Serat Stapel Poliester); POY = Partially Oriented Yarn (Benang Berorientasi Parsial); DTY = Draw Textured Yarn (Benang Tekstur); FDY = Fully Drawn Yarn; CSD = Carbonated Soft Drink (minuman ringan yang diisi dengan gas karbon); A-PET = Amorphous Polyester Film (saput poliester tak berbentuk); BO-PET = Biaxial Oriented Polyester Film (saput poliester berorientasi dwisumbu);
Pangsa pasar kecilnya poliester (<< 1 Million t/a) digunakan untuk memproduksi plastik teknis dan pembetsan induk.
Untuk menghasilkan poliester leleh dengan sangat efisien, beberapa langkah pengolahan beroutput tinggi seperti serat stapel (50–300 t/d per lini pemintalan) atau POY /FDY (sampai 600 t/d yang dipisahkan menjadi sekitar 10 mesin pemintalan) merupakan proses yang semakin horizontal, terintegrasi, dan langsung. Ini berarti polimer leleh langsung diubah menjadi filamen atau serat tekstil tanpa melalui tahap pembutiran. Kita sedang membahas integrasi horizontal sepenuhnya saat poliester diproduksi mulai dari minyak mentah atau berbagai produk penyulingan dalam chain oil -> benzena -> PX -> PTA -> PET leleh -> serat / filamen atau bottle-grade resin. Eastman Chemicals adalah yang pertama kali memperkenalkan ide menutup rantai dari PX ke resin PET resin dengan apa yang mereka sebut dengan proses INTEGREX®. Kapasitas tempat produksi yang terintegrasi dan horizontal seperti itu >1000 t/d dan bisa dengan mudah mencapai 2500 t/d.
Di samping unit pengolahan besar untuk memproduksi benang atau serat stapel yang tadi sudah disebutkan, terdapat sepuluh ribu pabrik pengolahan yang kecil dan sangat kecil, jadi bisa diperkirakan bahwa poliester diolah dan didaur-ulang di lebih dari 10.000 pabrik di seluruh dunia. Ini tanpa menghitung semua perusahaan yang terlibat dalam industri supply chain, dimulai dari perekayasaan dan mesin pengolahan serta diakhiri dengan stabilisator, warna, dan aditif tambahan.
Sintesis
Sintesis poliester pada umumnya dicapai dengan reaksi polikondensasi. Rumus umum untuk reaksi dari sebuah diol dengan sebuah asam dikarboksilat adalah:
(n+1) R(OH)2 + n R´(COOH)2 ---> HO[ROOCR´COO]nROH + 2n  H2O
Esterifikasi azeotrop
Dalam metode klasik ini, satu alkohol dan satu asam alkanoat bereaksi membentuk ester karboksilat. Untuk menghimpun sebuah polimer, air yang terbentuk dari reaksi harus terus-menerus dihilangkan dengan penyulingan azeotrop.
Transesterifikasi beralkohol
          O
          \\
           C - OCH3  +  OH[Oligomer2]
          /
[Oligomer1]
\leftrightarrow
          O
          \\
           C - O[Oligomer2]  + CH3OH
          /
[Oligomer1]
(ester-terminated oligomer + alcohol-terminated oligomer)

(oligomer yang lebih besar + metanol)
Asilasi (metode HCl)
Asam bermula sebagai sebuah asam klorida, dan dengan begitu polikondensasi meneruskan emisi (pemancaran) asam klorida (HCl), bukannya air. Metodi ini bisa dilakukan di dalam larutan atau sebagai sebuah email.
Metode silil
Dalam varian metode HCl ini, asam alkanoat klorida diubah dengan trimetil silil eternya komponen alkohol dan hasilnya adalah trimetil silil klorida.
Polimerisasi pembukaan-cincin
Poliester alifatik bisa disusun dari lakton pada kondisi temperatur ruang dan tekanan 1 atm, dikatalisasikan secara anion, kation, atau organologam (metalorganik).
Thermosetting (keraspanas)
Pada umumnya resin thermosetting merupakan kopolimer dari poliester tak jenuh dengan stirena. Penjenuhan poliester diatur melalui penggunaan asam maleat maupun asam fumarat. Dalam vinilester, penjenuhan terdapat dalam kelompok alkoholnya poliester. Ikatan gandanya poliester tak jenuh bereaksi dengan stirena dan menghasilkan struktur pertautan silang 3-D. Struktur ini bertindak sebagai sebuah thermoset. Pembentukan ikatan pertautan silang dimulai melalui reaksi eksotermik yang melibatkan sebuah peroksida organik, seperti metil etil keton peroksida atau benzoil peroksid

Selasa, 06 Desember 2011

manufaktur tekstil


materi pengantar manufaktur tekstil

1.        PENGANTAR  MANUFAKTUR  TEKSTIL
Manufaktur                                 dari  manufacture, berasal dari  bahasa latin manufactus  : made by hand, tetapi kata manufacture sekarang berarti membuat sesuatu secara massal dengan mesin.
Tekstil                                         dari  : textiel (belanda) atau textile (inggris); turunan dari : texere (latin)awalnya berarti kain tenun, namun kemudian istilah ini berlaku untuk setiap produk  dari serat, filamen atau benang baik alam maupun buatan. Manufaktur tekstil  berarti pembuatan tekstil .
2.        PEMBUATAN TEKSTIL SECARA GARIS BESAR
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5JQawhByjfAxqqKatXy6c3MYNAZ88s66Ce9trz6PTsjaoOXJuaLMQYDx-Mk_Jr_M8p3HAdaZFYaQl9apuyL8k4VwWfrzYS1E78OWlho2P2A1wIYsj4wawwrfxlP3PGAaHOhcZVHYl5tU/s400/1.png

3.        PENGERJAAN AWAL PENYEMPURNAAN (PRE-TREATMENT)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2Vi0ib8-v4cvE42NmIPTPEWnu-m5KK8r6BHZvwQ6ezgdJPr5A3za9GjfS3GmRALKR3dIw6wdXMiOdcUSURExjgMRxjMGQ0f9xC3LbNDjxJVlRR9WtT29s4DmlZzxJIieVTT1h7razpUQ/s400/2.png




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvHjAHgqnOL6a3y5mxAJbMk6obnYCutK3hkv-7yscaTJaqCiufJ7TJRFw_mIkjU8_pQiRMygJtlFm36J8i7_dZS_bIotGBnSrekTIlHLB7EX4R0g4GkISY1C_Rtk5rLiEYmDHQQmbe3pk/s1600/3.png















































4.        PENGERTIAN SERAT
Serat adalah suatu unit bahan yang ditandai oleh panjangnya paling sedikit ratusan kali diameternya  atau lebarnya, dan dapat dipintal menjadi benang atau dibuat menjadi kain dengan penyilangan atau berbagai cara lainnya.
Serat bisa dibagi menjadi dua kelompok , yakni :
•  Serat alam  : dari binatang, tumbuh-tumbuhan, dan mineral
•  Serat buatan : dari polimer alam, polimer sintetik, dan lainnya.
5.        PENGERTIAN BENANG
Benang adalah istilah generik untuk berkas serat kontinyu dalam bentuk yang sesuai atau cocok untuk proses pertenunan, perajutan, atau silangan (interlacing) lainnya guna membentuk kain atau untuk tujuan tertentu lainnya. proses membuat benang dilakukan dengan cara memberi puntiran atau antihan (twist) kepada rangkaian berkas serat yang relatif sejajar sehingga terbentuk struktur yang koheren dan panjang. proses membuat benang  dikenal sebagai proses pemintalan (spinning).
6.        PEMINTALAN BENANG STAPEL (UNTUK SERAT KAPAS)


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgF0f2z_2R-2xD3Rgp-dj9ZUZz6ZL8W4J_KfMl8zP1F1mdqgn2CJx8tI0zgEcqN1J29GyB6WC0Ko4KxABEo-rJSjGse9x2lp5MRe2HCL4Kf09eCMaGz1IzasCwGjIQmOE8ibM-QgO6i2zU/s320/4.png

7.        TAHAP-TAHAP PEMINTALAN SERAT BUATAN
§  persiapan cairan pintal (spinning fluid, spinning dope)
§   pemintalan
v   pemintalan leleh (melt spinning)
v   pemintalan basah (wet spinning)
v   pemintalan kering (dry spinning)
  - ekstrusi cairan pintal melalui spinneret
  - pemanjangan cairan sangat pekat  menjadi
    filamen 
  - pemadatan bahan polimer
  - penggulungan filamen
§   pengerjaan mekanis dan atau kimia untuk memperbaiki
mutu serat



8.        UKURAN BENANG
Ukuran benang tidak dinyatakan oleh besarnya diameter, tetapi ukuran benang dinyatakan dengan nomor dalam dua cara, yakni cara langsung dan cara tidak langsung.
·         cara langsung
Semakin berat benang per satuan panjang maka  ukurannya semakin besar. jadi ukurannya  berbanding lurus dengan  beratnya. tEX dan dENIER adalah ukuran benang dengan cara langsung
·         cara tidak langsung
Semakin panjang benangnya per satuan berat maka ukurannya semakin kecil. jadi, ukurannya berbanding terbalik dengan panjangnya. nE1 dan nM  adalah ukuran benang dengan cara tidak langsung.
ukuran serat juga bisa dinyatakan dengan cara yang sama seperti ukuran benang.

9.        PENGELOMPOKAN BENANG
Ø  Berdasarkan jenisnya : benang staplebenang tenunbenang teksturbenang filamen, benang rajutbenang fancy.
Ø  Berdasarkan arah dan jumlah twistnya : benang twist z (kanan)benang twist rendahbenang twist tinggibenang twist s (kiri), benang twist sedang .
Ø  Berdasarkan banyaknya benang pembentuknya : benang tunggalbenang rangkap,tambang (cordage)tali  (rope).
10.     PENGERTIAN KAIN
        Kain adalah hasil pengerjaan terhadap kumpulan serat dan atau benang menjadi satu struktur yang mempunyai luas permukaan sangat besar dibandingkan dengan ketebalannya, dan mempunyai kekuatan yang memadai untuk membuat struktur tsb. memiliki kohesi dan kelenturan.
Prinsip dasar pembuatan kain adalah membuat  silangan (interlacing) serat atau benang sehingga membentuk struktur lembaran yang koheren dan fleksibel.
pembuatan kain dapat dilakukan dengan cara :
 menenun (weaving)
 merajut (kniting)
 nonwoven
 metode lain
11.     PERTENUNAN
        Proses menenun adalah proses membentuk suatu anyaman dari dua macam benang . anyaman terbentuk dengan menyilangkan benang-benang dengan posisi saling tegak lurus.
Benang-benang yang searah dengan panjang kain disebut sebagai benang lusi (atau benang lungsi, lungsin), sedangkan benang yang melintang ke arah lebar kain disebut sebagai benang pakan.
Agar bisa berfungsi dengan baik selama proses pertenunan, masing-masing benang harus mengalami proses persiapan terlebih dahulu, yakni persiapan pertenunan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXH9cd_w6vtJMzz4rp1o2PVry0_LjLbIIugmVd1RCUNw1e1ctAHfWwxoFPLNHneK0GYjckp4E9tv4UdTMiFg-aXo0YUavyynpVfU00B1r1HnGfqaS8ujiVXLVlMdi-NS6ebsdqdfgAPrU/s320/5.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaufXDVkl-gdNx6EYVjz9Ip6BmsDm17V4FBBsYqkkQ7yNVoRcFVhVDiM2kb3oIPOcK7fRGfFh_aKZ0RWySnO7X3vwOWerrUIvQj0DPW95iH5EmeHJKRkJ6COGqvSksR4euWPWDDRRTYjE/s320/6.png
Alat yang digunakan untuk membuat kain tenun disebut mesin tenun (loom, weaving machine).  ada juga peralatan untuk membuat kain tenun yang tidak menggunakan mesin, yakni yang dikenal sebagai alat tenun bukan mesin (atbm) yang digerakkan oleh tenaga manusia.
mesin tenun bisa dikelompokkan menjadi :
v   mesin tenun dengan teropong (shuttle loom)
v   mesin tenun tidak dengan teropong (shuttleless loom
shuttleless loom terdiri dari :
§   jet loom : water dan air jet loom
§   rapier : rigid dan flexible
§   PROJECTILE ATAU GRIPPER
Kain yang dibuat dengan cara menenun dapat dibagi menjadi 3 anyaman dasar, yakni :
v   anyaman polos (plain weave)
v   anyaman keper (twill weave)
v   anyaman satin (sateen weave)
Berdasarkan anyaman dasar ini dapat dibuat anyaman turunannya.
Anyaman-anyaman dasar atau sederhana bisa ditenun dengan menggunakan eksentrik atau cam, sedangkan untuk yang lebih rumit menggunakan alat dobby.
Selain itu, ada kain yang anyamannya bisa dibuat bermotif  atau bergambar dengan menggunakan mesin tenun yang dilengkapi dengan mesin jacquard.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidatYT1QdkGiHuFQUSKCY6GeWWVws8wqc_knHy8J2EnmmTjr8vqTyTaRrsNJEF6Ka3_3wAxKAmhC0W_r2N5-GE4FvTwVfLaZgO1uDREtPvD7UqfuJX6qBVlGReQreY-CHfi8PRkXloLXY/s200/7.png
12.     JENIS-JENIS JARUM RAJUT
(a)jarum janggut (spring beard needle)

(b)jarum lidah (latch needle)

(c) jarum  gabungan






https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWaaK58B620pebTnWp7mEh8fyJsOtGEeHLJoero8kvn2MnhOK0Txf5MZIcDLPQDe5i_ZsXda_auu5vD8xEPIlc4-9MzUyVG_-QSDWfc8GFG_d7L7cn_nEPgf6qWQTLD5_xSBlzLbXE06U/s200/8.png

Berdasarkan arah deretan jeratannya, mesin rajut bisa dikelompokkan menjadi :
- mesin rajut pakan
- mesin rajut lusi
Berdasarkan posisi jarum-jarumnya, mesin rajut pakan terbagi menjadi :
- mesin rajut datar
- mesin rajut bundar
Berdasarkan jenis anyaman yang dihasilkan, mesin rajut lusi terbagi menjadi :
- mesin rajut lusi raschel
- mesin rajut lusi tricot
- mesin rajut lusi milanese
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkHYrVQVrp59BG6235N0zmDMBLU16wphgBtbvT3UiWtKjJ-VRnx2Jn5Alp_qyzz2BdVRkHPyU55j_m0nr0heWcIL51JuPDxfGLX3f4vgg6d6TEjEV89SYAWC7EHPcIu1YXcMNuUJSkm2Q/s200/10.png
Kain rajut bisa dikelompokkan menjadi :
- kain rajut pakan
- kain rajut lusi
Kain rajut pakan bisa dibagi menjadi :
- kain rajut sepihak (plain jersey) : kain rajut polos
- kain rajut rangkap (double knit) : kain interlock, rusuk (rib), cardigan.





13.     NONWOVEN
Nonwoven didefinisikan  oleh american standard for testing materials (astm) sebagai struktur tekstil yang dihasilkan dengan pengikatan atau saling-mengunci serat-serat atau keduanya, yang dilakukan dengan bantuan mekanis atau kimia, atau pelarut atau dengan kombinasinya.
Teknologi produksi kain nonwoven mencakup prinsip-prinsip pengikatan atau perekatan lapisan berserat. yang mengarah pada pembentukan struktur dengan karakteristik :
1)       pengikatan serat-serat berdasarkan pada sifat felting wool atau pada kecenderungan serat-serat selulosa atau fibrilating serat sintetis menjadi felt pada sistem proses basah;
2)       pengikatan dengan berkas serat pada needling machine atau pada stitch bonding machine tanpa benang pengikat;
3)       pengikatan dengan sistem benang pengikat pada stitch bonding machine;
4)       pengikatan segmen berdasarkan impregnasi jaringan serat dengan dispersi perekat;
5)       pengikatan aglomerasi berdasarkan pengikatan dengan serat termoplastik, bubuk (powder) atau film;
6)       point binding berdasarkan pengikatan serat multikomponen.

Teknologi produksi kain nonwoven bisa digambarkan secara sederhana terdiri dari langkah-langkah dasar  sebagai berikut :
pembuatan lapisan dasar berserat --à  penguatan--à  finishing  lapisan berserat
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6xaAr0eKKLkPBKll3irRyNSliPcv8iZH3d1efE_97eTRsDECpmC7GZWOa1owNZJup8EhvL5kbpo04-FBlYydWtYXVr72x6kVbCK4coC1eKsAWLBwtMKdOuT9Ef5WXofqf-FDIsn579tQ/s1600/11.png
lapisan berserat dapat berupa :
Ø  jaringan serat,
Ø   kekusutan serat,
Ø   benang yang diletakkan secara berbeda,
Ø   tekstil yang dilaminasi,
Ø  sistem pipih bukan tekstil.
kain nonwoven bisa dibuat dengan metode :
o    pengikatan secara mekanis, terdiri dari :
ü  sistem saling mengikat serat tunggal
ü  sistem saling mengikat acak
o    pengikatan dengan zat perekat, terdiri dari :
§  pengikatan dengan perekat (larutan atau dispersi)
§  pengikatan dengan campuran fibre suspension dan dispersi perekat
§  penyemprotan perekat
§  impregnasi jaringan serat dgn dispersi atau larutan perekat
§   aplikasi perekatan pola
§   pengikatan dgn perekatan yg menggumpal dingin
§   pengikatan dengan perekat termoplastik
§  laminasi    
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQkR1pK6dQ5wxJSOY6GaLDB4SImUf3Yg88hyluMTM9C7Ejh4t8yhKy5DKF7xXMg9swJhL3L0wnzidyVPZ4kizw05EG0h97Da8o-nuGkqXf_43GggXCWD9Bike7xq868wXgn-E0Eulk1rQ/s320/12.png

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHbu_uO8ksHjhj_yerxnmEzY8CGZ7gy5fQSCbar2l821Ra060by4yeiAmwBAzagt0chaNBP1QapJRrctsjPvSZ1Rs3Wn9PVDzYgFK15J2uxgIu42vE97V0PEtViXMbcBjpIe-7WuxYJmI/s320/13.png
14.     TAHAPAN PENYEMPURNAAN TEKSTIL (TEXTILE FINISHING)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0pwaazINvr83g-LcNU0YvzNc9BCWK0Sar72EUdbsbdm50xQeKCqtcsEQb9K2WytSg_5kiid5NLOH8TdylueZUy3K-oguNwkUfwMmBOpW-GTrQ9YdK1eVECC4cBy142C_luNlC4MnIUOs/s1600/14.png
















15.     PENGERJAAN AWAL PENYEMPURNAAN (PRE-TREATMENT)
Tahapan pre-treatment mencakup serangkaian operasi yang mempersiapkan produk tekstil untuk proses penyempurnaan berikutnya seperti pencelupan, pencapan dan penyempurnaan.  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2sZyueh9qiNcwKX_H-TWvRcoqTdq-4iPeSvCcCFwnLD-JzvCQuVRYry5MtJFHiGg-nih-NKAYDrirfFhGwGXmxRj9g257mRiF8arfyNe2e2mg_-UmFCZK9a1Gl2p-VRneapz2HN7XmMk/s320/16.png
Operasi ini  bervariasi sesuai dengan jenis   serat, struktur dan juga pada pengolahan berikutnya yang mungkin bergantung pada permintaan pasar, persyaratan pelanggan, pengalaman pekerja, dan ketersediaan mesin.
Tahap pre-treatment umumnya mencakup  :
§  pembakaran bulu (singeing)
§   penghilangan kanji (desizing)
§   pemasakan (scouring)
§   pengelantangan (bleaching)
§   pemerseran (mercerising).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7TB-wrDfKoilbiID_xJdXJOu5N9QlauRJTjNdyVM9gHW358DoJTB87LyWtwwxVvDI1f1YeZVyV8mBDhzsu9Odp9ZFbs0r4SKx79xRSt8odEtTxhfozqyZHOLWm7uGDlM4NAJVzldiGWw/s320/15.png

Pengerjaan menghilangkan kanji dilakukan terhadap kain tenun untuk menghilangkan kanji yang ada pada benang lusi. kanji harus dihilangkan karena kain harus menyerap cairan pada proses berikutnya secara homogen.
Pada kain kapas, pemasakan akan menghilangkan bahan lemak, kotoran, lilin, sisa-sisa kanji yang masih ada, dan mempersiapkan bahan untuk bisa menyerap bahan berikutnya.Pemasakan biasanya dikerjakan dalam air lunak yang diberi bahan tambahan lainnya  seperti deterjen, kostik soda, bahan pengemulsi, dll  agar membuat serat mengembang.
Pengerjaan pengelantangan dilakukan untuk menghilangkan kotoran guna mendapatkan warna putih serat.
Merserisasi merupakan bagian dari proses pre-treatment untuk kapas yang bisa dilakukan sebelum ataupun sesudah pemasakan.  tujuan dari proses ini adalah untuk meningkatkan kilau (lustre) dan daya serap. merserisasi juga akan meningkatkan kekuatan dan kemantapan dimensi.

16.     PENCELUPAN
Pencelupan atau proses pemberian warna adalah proses pemasukan zat warna kedalam serat tekstil dan atau penempelan zat warna pada permukaan tekstil yang merata dan sama dengan bantuan air, uap air atau pemanasan kering.
Untuk bisa melakukan pencelupan, diperlukan langkah-langkah berikut ini :
ü  melarutkan atau mendispersikan zat pewarna dalam air,
ü   menyuapkan larutan zat warna ke mesin,
ü   mengalihkan zat warna dari larutan ke serat,
ü   membiarkan zat warna menyusup masuk kedalam struktur serat dan memantapkannya,
ü   mencuci bahan untuk menghilangkan zat warna dari permukaan atau larutan yang tersisa.

ada 2 metode pencelupan, yakni :
§  sistem batch (discontinuous system)  atau  exhaust  dyeing   
§  sistem kontinyu  atau semi kontinyu (pad dyeing)
Proses  pencelupan  pada hakekatnya  adalah suatu  reaksi kimia yang rumit, yang terjadi   antara  zat  warna yang terdispersi  dan zat warna yang terendam  dalam  larutan  celup.
tahap pertama  : pelarutan  atau  pendispersian zat warna.
tahap kedua :  adsorsi  zat warna pada permukaan serat membentuk ikatan kimia.  
tahap ketiga : diffusion  di mana zat warna cenderung menyusup masuk ke serat melalui daerah amorf untuk menyebar secara merata dan mantap.
tahap  empat : migrasi, di mana zat warna harus menyebar  ke  arah lapisan  luar serat, dan bermigrasi ke daerah serat di mana  ada konsentrasi  rendah zat warna. jadi, memantapkan konsistensi warna.
Mesin-mesin yang digunakan untuk pencelupan bisa diklasifikasikan sbb :
berdasarkan bahan tekstil yang diproses :
o    mesin untuk mencelup  stapel atau benang
o      mesin untuk mencelup kain  tenun  dan rajut dalam bentuk rope
o     mesin untuk mencelup  kain dalam bentuk open-width
o     mesin untuk mencelup garmen.
berdasarkan  metode prosesnya  :
Ø  sistem batch (discontnuous)
Ø   sistem semi continuous
Ø  sistem continuous
berdasarkan prinsip  beroperasinya  :
§    sistem cairan yang bersirkulasi
§    sistem yang menggerakkan bahan
§    sistem yang menggerakkan bahan dan zat warna
berdasarkan kondisi proses  :
Ø  sistem yang bisa bekerja dengan tekanan pada suhu  tinggi (autoclave)
Ø  sistem terbuka atau sistem yang beroperasi pada  suhu maksimum 200° c.

17.     ZAT WARNA
beberapa zat warna tekstil :
o    zat warna asam : digunakan dalam suasana asam, memiliki daya serap langsung terhadap serat protein dan poliamida.
o    zat warna direk : memiliki daya serap langsung terhadap serat selulosa (zw substantif),  kadang-kadang untuk serat protein, macam warna banyak, tetapi tahan luntur warnanya kurang baik
o    zat warna belerang : digunakan untuk serat selulosa, tahan luntur warna baik, biaya rendah, biasanya warna-warna suram.
18.     METODE PENCAPAN
pencapan langsung (direct  printing)
metode pencapan langsung ini  mencakup langkah-langkah : pencapan, pengeringan, pemberian uap, dan pencucian.
pada pencapan yang tidak langsung, warna  motif pencapan yang diinginkan muncul karena  adanya  zat pembantu yang bersifat :
•         merintangi fiksasi,
•         merusak zat warna, atau
•         merusak serat  yaitu pencapan rusak (etsa atau discharge)


19.     LAIN-LAIN
resist printing
pada resist printing,  bahan hidrofobik (bisa kanji, tanah liat atau lilin) atau pasta cap digunakan untuk melapisi bagian-bagian tertentu pada kain sehingga mencegah kain di bagian tersebut menyerap zat warna pada saat kain dibenamkan kedalam  cairan celup.
transfer printing
pencapan  alih  atau transfer  printing, yaitu pencapan yang dilakukan  pada kertas kemudian dialihkan  pada  bahan tekstil dengan bantuan  panas.
pencapan rambut (flock printing)
pencapannya  menggunakan serat yang ditaburkan pada permukaan bahan tekstil yang telah dilapisi perekat dengan  menggunakan  kasa  atau  rol.
penggunaan  akhir produk tekstil akan bergantung pada banyak  aspek : daya pakai, pegangan, daya tahan mekanis, kemampuan basah, kemampuan berubah bentuk, tahan api, dan banyak lagi lainnya.
tujuan proses penyempurnaan
Ø  penyempurnaan untuk memperbaiki tampilan dan pegangan
Ø  penyempurnaan untuk menambah keawetan
Ø  penyempurnaan untuk  mempermudah perawatan
Ø  penyempurnaan untuk menambah daya pakai
penyempurnaan yang memberikan nilai keindahan (estetika) kain, antara lain  :
§  optical brightening  (optical bleaching).
§   calender finish.
§   glazed finish.
§  embossing.
§  napping  atau sueding.
penyempurnaan yang memberikan kenyamanan :
o    peningkatan daya serap (absorbent finish).
o     anti statik.
o    water  repellent  finish.
o     waterproof finish.
penyempurnaan yang meningkatkan kinerja kain  :
·         crease resistant finish.
·          shrink-resistant finish
·         durable press finish
proses pembuatan pakaian jadi secara massal pada umumnya dilakukan dengan urutan sbb. :
v  penerimaan pesanan (order) : bisa datang dari luar perusahaan atau datang dari internal perusahaan (dari departemen pemasaran).
v  pembuatan sampel : sampel dibuat  untuk mendapatkan contoh produk yang sesuai dengan permintaan.
v  pembuatan pola  : ada dua cara pembuatan pola, yakni : 1). menyempurnakan pola sampel guna memenuhi spesifikasi perusahaan, atau 2). membuat pola baru sama sekali dari sampel yang diterima.
v  grading : yakni proses untuk meningkatkan atau menurunkan ukuran sampel dari pola.
v  pembuatan marker  : susunan pola-pola yang ditata pada kertas plotter dengan panjang tertentu untuk dapat memperoleh pemakaian kain sehemat dan seefisien mungkin.
v  gelar-susun kain  : adalah proses  penggelaran kain di atas meja.
v   pemotongan  : pemotongan dengan menggunakan gunting atau pisau akan mengikuti pola yang ada pada marker.
v   bundling  : tumpukan kain dipilah-pilah kemudian diikat-ikat menjadi bundel-bundel dan masing-masing diberi sticker dengan nomor untuk menghindari tercampurnya akuran atau warna.
v   penjahitan  :  pada tahap ini komponen-komponen pakaian digabungkan atau dirakit dengan dijahit menjadi sebuah pakaian utuh.
v  finishing  : pakaian yang telah selesai dirakit, kemudian diperiksa  mutunya yang mencakup :  ketepatan ukuran, kerapihan jahitan, kelengkapan dan posisi  aksesoris, dan kebersihan produk.  penyempurnaan akhir dilakukan dengan penyeterikaan dan pengemasan, kemudian siap untuk dikirim ke pemesan.